Mustahaqat · Kalkulator zakat dan hak-hak pekerja English العربية

Kalkulator zakat › Perbedaan zakat, infak, dan sedekah, dan bolehkah semua orang bersedekah?

Perbedaan zakat, infak, dan sedekah, dan bolehkah semua orang bersedekah?

Oleh Sami Adham · Terbit:

Dalam bahasa Arab, shadaqah seakar dengan kata shidq: kejujuran. Pemberian yang tidak diminta siapa pun adalah bukti kecil bahwa apa yang kita yakini memang benar. Zakat adalah pemberian yang wajib. Infak dan sedekah adalah pemberian yang lahir dari kerelaan. Artikel ini menjajarkan ketiganya, lalu menjawab pertanyaan yang paling sering sampai kepada kami: bolehkah semua orang bersedekah?

Jawaban singkat: Zakat wajib bagi Muslim yang hartanya mencapai nisab dan genap haul: kadarnya tertentu (umumnya 2,5% dari simpanan), waktunya tertentu, dan penerimanya delapan golongan dalam QS At-Taubah 9:60. Infak adalah harta yang dikeluarkan di luar zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah lebih luas lagi: boleh berupa harta atau bukan harta, seperti tenaga dan kata yang baik. Seorang Muslim menunaikan zakat dan bersedekah. Siapa saja, apa pun keyakinannya, boleh bersedekah. Pemberian dari orang yang bukan Muslim adalah sedekah, dan kami tidak pernah menyebutnya zakat.

Jika Anda Muslim dan ingin tahu besar zakat Anda lebih dulu, pakailah kalkulator zakat gratis kami. Ia bekerja di perangkat Anda dan tidak mengirim apa pun.

Tiga istilah, tiga makna

Di Indonesia, ketiga istilah ini punya pengertian resmi. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat (Bab I Pasal 1) mendefinisikan infak sebagai harta yang dikeluarkan oleh seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum, sebagaimana dikutip BAZNAS. Sedekah, menurut Peraturan BAZNAS Nomor 2 Tahun 2016 yang dikutip di halaman sedekah BAZNAS, adalah harta atau nonharta yang dikeluarkan di luar zakat untuk kemaslahatan umum.

PertanyaanZakatInfakSedekah
Wajib?Ya, bagi Muslim yang memenuhi syaratTidak, sukarelaTidak, sukarela
Siapa yang memberi?Muslim yang hartanya mencapai nisab dan genap haulSiapa sajaSiapa saja
Berapa?Tertentu: 2,5% untuk uang, emas, perak, dan barang daganganBerapa punBerapa pun, bahkan tanpa uang: kata yang baik pun sedekah
Bentuknya?HartaHartaHarta atau nonharta
Kapan?Sekali setahun Hijriah, pada tanggal zakat AndaKapan sajaKapan saja
Untuk siapa?Hanya delapan golongan (asnaf) dalam QS 9:60Kemaslahatan umumSiapa saja yang membutuhkan, dan kebaikan umum

Zakat: kewajiban yang terukur

Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam. Ada syaratnya (kepemilikan penuh, nisab, haul), ada kadarnya, dan penerimanya tertutup pada delapan golongan: Al-Qur'an membuka daftarnya dengan kata innama, "hanya". Para fukaha menjadikan Islam sebagai salah satu syarat wajib zakat (Ibnu Qudamah, al-Mughni), sehingga zakat tidak diminta dari selain Muslim. Rinciannya ada di artikel kami tentang 8 golongan penerima zakat.

Sedekah: tangan yang terbuka

Sedekah tidak mengenal nisab, tanggal, maupun kadar. Nabi ﷺ mengajarkan bahwa setiap kebaikan adalah sedekah (Sahih al-Bukhari 6021). Dalam hadis lain beliau menyebut bahwa setiap persendian manusia wajib bersedekah setiap hari matahari terbit, lalu beliau menghitung di antaranya: berlaku adil di antara dua orang, membantu orang naik ke kendaraannya atau mengangkatkan barangnya, kata yang baik, setiap langkah menuju salat, dan menyingkirkan gangguan dari jalan (Sahih al-Bukhari 2989).

Tunaikan yang wajib, lalu berilah dengan lapang. Kalkulator zakat menampilkan zakat Anda menurut nisab emas dan nisab perak berdampingan, dan angka Anda tetap di perangkat Anda. Apa pun yang Anda berikan sesudahnya adalah sedekah.

Bolehkah semua orang bersedekah?

Boleh. Sedekah bukan milik satu kaum saja. Jika Anda bukan Muslim dan ingin berdiri bersama fakir, miskin, orang yang terlilit utang, atau musafir yang telantar jauh dari rumah, Anda dipersilakan memberi dengan semangat yang sama. Pemberian itu adalah sedekah: pemberian sukarela yang terbuka bagi semua orang. Kami tidak pernah menyebutnya zakat, karena zakat adalah kewajiban bersyarat bagi Muslim, dan menyebut pemberian dengan nama yang benar adalah bagian dari memuliakannya.

Kami tidak menjanjikan pahala kepada pemberi mana pun: itu urusan iman. Yang bisa kami sampaikan adalah apa kata sumber-sumber tentang pihak penerima.

Bolehkah sedekah diberikan kepada siapa saja?

Sedekah sukarela boleh diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan dan tidak memerangi kaum Muslim; pendapat ini dipegang luas dalam mazhab-mazhab (an-Nawawi, al-Majmu'; Ibnu Qudamah, al-Mughni), dengan dalil QS Al-Mumtahanah 60:8 dan QS Al-Insan 76:8. Ketika ibu Asma' binti Abu Bakar, yang bukan Muslim, datang berharap disambung silaturahminya, Asma' bertanya kepada Nabi ﷺ apakah ia boleh menyambung hubungan dengan ibunya; beliau menyuruhnya menyambungnya (Sahih al-Bukhari 2620).

Lingkarannya bahkan lebih luas. Nabi ﷺ menceritakan seorang lelaki yang turun ke sumur, mengisi sepatunya dengan air, lalu memberi minum seekor anjing yang hampir mati kehausan, dan beliau bersabda bahwa pada setiap makhluk bernyawa ada pahala (Sahih al-Bukhari 2363).

Zakat lebih sempit: jumhur ulama berpendapat zakat wajib diberikan kepada Muslim yang membutuhkan, dengan perbedaan pendapat pada sebagian golongan.

Cara bersedekah dengan baik

Jembatan antarbudaya

Setiap budaya membawa ke meja yang sama yang terbaik yang dimilikinya. Ada keluarga yang menyisihkan bagian terukur dari tabungannya untuk fakir miskin; ada yang memberi sepersepuluh; ada yang memberi makan tetangga lebih dulu; ada pula yang diam-diam melunasi utang orang asing tanpa pernah bercerita. Kata Arab shadaqah dan kata Ibrani tzedakah tumbuh dari akar Semit yang sama, yang bertalian dengan kejujuran dan kebajikan. Ketika setiap bangsa mempersembahkan yang terbaik darinya, memberi tidak lagi menjadi tembok antara "kita" dan "mereka", tetapi menjadi jembatan, dan di atas jembatan orang-orang bertemu dan saling mengenal.

Rekan kerja Muslim yang menunaikan zakat di bulan Ramadan dan tetangga beragama lain yang bersedekah di pekan yang sama mungkin tidak pernah saling bercerita. Namun keluarga yang sama makan, sewa yang sama terbayar, anak yang sama kembali ke sekolah.

Apakah Mustahaqat menghimpun zakat, infak, atau sedekah?

Tidak. Mustahaqat tidak menghimpun, memegang, atau menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah. Kami hanya menjelaskan dan menghitung.

Baca juga

Hitung sendiri

Tunaikan bagian yang terukur lebih dulu: kalkulator zakat menampilkan kedua nisab dan menyimpan angka Anda di perangkat Anda sendiri. Sesudah itu, semuanya adalah tangan yang terbuka.

Mohon diperhatikan

Artikel ini menjelaskan zakat, infak, dan sedekah untuk pengetahuan umum. Ini bukan fatwa. Untuk keadaan Anda sendiri, tanyakan kepada ulama yang Anda percayai atau lembaga zakat resmi di negara Anda. Mustahaqat tidak menghimpun atau menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah.

Dihimpun dari sumber-sumber yang dikutip; tanyakan kepada ulama yang Anda percayai untuk kasus Anda sendiri. Ini bukan fatwa. Disusun dengan bantuan AI dan diperiksa terhadap sumber yang tercantum. Sami Adham adalah nama profesional, bukan ulama atau mufti.

Hadis yang dikutip

  • Sahih al-Bukhari 6021 (penomoran sunnah.com), derajat sahih menurut al-Bukhari (dengan memuatnya dalam kitab Shahih-nya). sunnah.com
  • Sahih al-Bukhari 2989 (penomoran sunnah.com), derajat sahih menurut al-Bukhari (dengan memuatnya dalam kitab Shahih-nya). sunnah.com
  • Sahih al-Bukhari 1423 (penomoran sunnah.com), derajat sahih menurut al-Bukhari (dengan memuatnya dalam kitab Shahih-nya). sunnah.com
  • Sahih al-Bukhari 1427 (penomoran sunnah.com), derajat sahih menurut al-Bukhari (dengan memuatnya dalam kitab Shahih-nya). sunnah.com
  • Sahih al-Bukhari 2620 (penomoran sunnah.com), derajat sahih menurut al-Bukhari (dengan memuatnya dalam kitab Shahih-nya). sunnah.com
  • Sahih al-Bukhari 2363 (penomoran sunnah.com), derajat sahih menurut al-Bukhari (dengan memuatnya dalam kitab Shahih-nya). sunnah.com
  • Sahih Muslim 1631 (penomoran sunnah.com), derajat sahih menurut Muslim (dengan memuatnya dalam kitab Shahih-nya). sunnah.com

Ayat yang dikutip

﴿۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَـٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱلْعَـٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَـٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ﴾ [9:60]

Makna (dengan kata-kata kami sendiri): Zakat itu hanya untuk orang fakir, orang miskin, amil yang mengurusnya, mualaf yang hatinya hendak dilunakkan, memerdekakan budak, orang yang berutang, di jalan Allah, dan musafir yang kehabisan bekal: suatu ketetapan dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.

﴿لَّا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَـٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَـٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ﴾ [60:8]

Makna (dengan kata-kata kami sendiri): Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak mengusir kalian dari negeri kalian; sungguh Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Quran text: Tanzil Quran Text, Copyright (C) 2007-2021 Tanzil Project, License: Creative Commons Attribution 3.0. Copied verbatim; changing it is not allowed. Updates: tanzil.net.

Sumber

Koreksi

  • : Terbit pertama. Kata-kata fikih mengikuti tinjauan sumber kami; definisi infak dan sedekah dibaca di baznas.go.id pada 29 Oktober 2026.
  • : Tinjauan 29 Okt: ibu Asma' disebut "bukan Muslim" (bukan "belum Muslim", yang menyiratkan ia kemudian masuk Islam); "berlaku adil di antara dua orang" sesuai lafaz hadis; Sahih Muslim 1631 ditambahkan ke kotak hadis beserta penilainya.

Bagikan artikel ini

Tautan: https://mustahaqat.com/id/blog/perbedaan-zakat-infak-dan-sedekah

WhatsApp Telegram Email